• gbanner2
  • gbanner 5
  • gbanner1
  • gbanner4
  • gbanner5

Selamat Datang di Website Sekolah Islamic Village | Terima Kasih Atas Kunjungannya.

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


Sekolah Islamic Village

NPSN : 20613947

Jl. Islamic Raya Kel. Kelapa Dua, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang - BANTEN


info@isvill.sch.id

TLP : 0215470787 / 0877718


          

Jajak Pendapat

Bermanfaatkah Website Sekolah bagi Anda...?
Tidak
Ya
  Lihat

Statistik


Total Hits : 148061
Pengunjung : 48514
Hari ini : 15
Hits hari ini : 41
Member Online : 0
IP : 54.82.79.109
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

UBAH MINDSET ANDA, MAKA PERILAKU ANDA PUN AKAN BERUBAH !!!




Kisah di bawah ini diceritakan oleh James Gwee, seorang motivator bisnis Indonesia. Semoga menginspirasi sahabat semua !

"Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan “seadanya”, namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membuka dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar. Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar.

Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. setelahpintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan,” James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

“Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda  mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya.”

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel." 

Merubah Mindset Merubah Tindakan

Dari kisah Pak Lim di atas, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa ketika kita merubah mindset kita terhadap sesuatu, maka akan berubah pula sikap dan perilaku kita terhadap sesuatu itu. Ketika Pak Lim menggeser mindset pekerjaannya dari sekadar mengolesi engsel ke "menjaga keselamatan orang-orang hebat yang tinggal di hote tersebut", maka sikap dan tindakan beliau terhadap pekerjaannya berubah. Mengolesi pintu pun bukan lagi sekadar pekerjaan remeh temeh yang biasa dikerjakan alakadarnya. Tetapi menjadi pekerjaan mulia yang harus dijalani dengan sepenuh hati.

Luar biasa sekali bila sikap Pak Lim ini bisa diterapkan saat kita mengajar dan mendidik anak-anak kita. Jika kita menggeser mindset (bahasa agamanya: hijrah pemikiran) kita tentang mengajar; dari sekadar mentransfer ilmu dan keterampilan kepada siswa menjadi "menyiapkan generasi terbaik Islam di masa depan" sebagai bagian dari ibadah dan pengkhidmatan kita terhadap Allah SWT, maka dipastikan sikap dan perilaku kita dalam mengajar dan mendidik anak-anak kita akan berubah. Mengajar bukan lagi dirasa sebagai beban, tetapi sebuah tugas mulia yang dijalani dengan penuh kenikmatan dan keikhlasan.

Singkat kata : MARI KITA HIJRAHKAN MINDSET KITA AGAR SIKAP DAN PERILAKU KITA BERUBAH !!!

SELAMAT BERHIJRAH !!!




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas